
"bangsa yang kuat adalah bangsa yang menghargai sejarahnya"
itulah kalimat yang seharusnya menginspirasikan semua kalangan masyarakat untuk memperkuat bangsanya sendiri.
tapi nyatanya banyak yang tidak mengetahui sejarah bangsanya sendiri, bahkan ada yang berusaha untuk menghapus sejarah itu agar para generasi muda tidak dapat mengetahui kebenarannya.
contohnya seperti kasus yang sangat menggemparkan indonesia yaitu G30S/PKI,,,,
kasus itu seharusnya dapat mewarnai buku pelajaran sejarah anak sekolah baik dasar maupun tingkat atas..
sekarang sudah susah melihat tulisan yang indah itu tercetak di buku2 pelajaran.. dahulu kasus ini menggambarkan kejamnya salah satu partai yang menganut ideologi merah yang sangat ditakuti.. di buku itu digambarkan bahwa pasukan merah menculik mayor jendral TNI dan membunuhnya lalu dibuang di sumur tua yang terdapat di lubang buaya jakarta timur,, dan berusaha mengkomuniskan negara kita tercinta.
tetapi sayangnya tulisan itu tercetak dalam status kontroversi di negara ini.belum tau persis siapa yang melakukannya. banyak yang mengatakan sepenuhnya PKIlah yang bersalah, ada juga yang mengatakan itu akal2an panglima kostrad soeharto yang ingin naik menjadi RI1, ada yang mengatakan salah satu agen amerika yang memprovokasi indonesia untuk membenci ideologi komunis karena pada saat itu negara-negara adikuasa sedang gencar mencari budak-budak.
Seiring dengan berjalannya waktu dan lengsernya sang penguasa orde baru yang berlabel demokrasi tetapi otoriter, sejarah itu lenyap dimakan halaman buku yang makin menipis, dahulu judul pemberontakan PKI menjadi bab, sekarang sudah menjadi sub bab dan hanya beberapa baris yang membahas itu.
seiring bergantinya penguasa, perubahan banyak terjadi, pada saat zaman soeharto berkuasa di buku itu tertulis bahwa soehartolah yang menjadi superhero yang membrantas komunis di indonesia, sekarang sudah jarang yang membahas itu..
sebagai generasi muda, penulis rancu dengan keadaan sejarah kita, sebenarnya apa yang terjadi di indonesia pada saat itu..??

1 komentar:
penyelewengan sejarah oleh penguasa demi melanggengkan hegemoni kekuasaannya mengakibatkan ambiguitas yang sulit dicerna oleh kita, kaum muda.......
ironis,,, seharusnya kaum muda berhak secara utuh megetahui sejarah bangsanya untuk sebuah pembelajaran,,,,
terus menulis Pik....okeh
Posting Komentar